Batik Pekalongan – Pengakuan Dunia akan Seni Batik

posted in: Blog Batik Pekalongan | 0

Batik Pekalongan dalam perkembangannya mengalami sebuah kemajuan yang sangat signifikan di akhir-akhir ini, yang mana puncaknya adalah seni batik Pekalongan mendapatkan pengakuan dari badan tertinggi dunia yang mengurus budaya dan seni yaitu UNESCO

Pengakuan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia tak benda ini berbarengan dengan pengesahan warisan budaya yang lainnya, yaitu Wayang Indonesia dan Keris Indonesia, semoga menyusul di kemudian hari warisan-warisan budaya Indonesia yang lainnya, dan mungkin yang terdekat adalah angklung.

Pengakuan dunia akan batik Pekalongan tersebut direpresentasikan oleh UNESCO, selaku organisasi tertinggi dunia di bidang kebudayaan di bawah naungan PBB. Pengakuan ini tentu saja menjadi suatu keberhasilan bangsa Indonesia seluruhnya dalam memenuhi persyaratan wajib dalam  proses pengakuan dari warisan budaya tersebut.

“Kita bersyukur karena ternyata sangat banyak usulan dari berbagai negara yang tidak lolos nominasi, apalagi sampai terpilih masuk dalam Representative List tersebut,” kata Menko Kesra di Kemenko, Jumat (5/2) pada acara penyerahan keempat sertifikat tersebut. Selain berupa pengakuan UNESCO terhadap warisan budaya Indonesia tersebut, UNESCO juga memberikan penghargaan kepada masyarakat Indonesia khususnya yang terjun dalam seni  batik secara langsung dengan penghargaan Best Practice Diklat Warisan Batik Indonesia.

Penghargaan Best Practice yang diikuti bantuan program atau proyek elaborasi dari UNESCO berupa penyusunan buku, pembuatan Film dan bahan pameran untuk road show promosi keliling dunia oleh UNESCO adalah peluang yang sangat bagus untuk mempromosikan Batik Indonesia ke seluruh dunia. Dalam konteks ”Best Practice” ini, menurut Menko Kesra nampak adanya potensi besar untuk mengharumkan nama Indonesia. Walaupun nilai proyeknya tidak seberapa besar akan tetapi aspek promosi dari hasil proyek tersebut akan sangat luar biasa besar apabila kita mampu menggarapnya dengan baik.

Keuntungan bagi Indonesia dengan dimasukkannya mata budaya Indonesia kedalam daftar representatif, katanya tidak semata-mata untuk mendapatkan bantuan teknis dan dana dari UNESCO untuk kepentingan konservasi, namun justru yang lebih penting adalah pengakuan dunia terhadap eksistensi seni budaya dan kekayaan alam Indonesia yang menjadi identitas jati diri bangsa.

Hari Batik Nasional, Upaya pemerintah melestarikan Batik Indonesia

Khususnya terkait dengan Batik Indonesia, kata Agung; Presiden telah menetapkan tangal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Hal ini tentu harus disebarluaskan agar harapan Batik Indonesia dapat menjadi ikon nasional yang membanggakan bangsa terwujud.

Selain itu tentu diharapkan secara ekonomi dapat juga memberikan dampak positif bagi perkembangan ekonomi rakyat karena semua rakyat Indonesia memakai pakain batik. Hal ini tentunya agar dapat memberi keuntungan bagi para pengrajin,  produsen dan penjual batik. Menko Kesra mengajak semua pihak berusaha menjadikan Batik Indonesia sebagai ikon budaya Indonesia yang dikenal di seluruh dunia. Untuk mencapai itu perlu promosi secara terus menerus baik melalui pagelaran budaya, pameran, workshop dan bentuk promosi lainnya. “Saya dengar perwakilan-perwakilan kita di luar negeri telah melakukan hal ini, untuk itu kepada Pak Marty, Menteri Luar Negeri, kami ucapkan terima kasih atas peran aktif seluruh jajarannya, dan mohon kegiatan ini untuk terus dilanjutkan,” Katanya.